Contoh Makalah Pengenalan Bahasa Pemograman C
MAKALAH PEMOGRAMAN KOMPUTER
PENGENALAN BAHASA C
Oleh
SAHARA WARDANI
NIM 19518241009
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK
MEKATRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Bahasa
C ditemukan oleh Dennis M.Ritchie pada tahun 1972 di
laboratorium Bell.
Perkembangan dari BPCL(Basic Combined Programm Language) yang dibuat oleh Dr.Martin Richard yang selanjutnya dikembangkan oleh Ken Thompson dan dinamai dengan Bahsasa B.
Dari ketertarikan Dennis terhadap terhadap interpreter bahasa B, kemudian dikembangkan menjadi compiler yang disebut C. Bahasa C bersifat case sensitif, yang dimana sangat dimana sanagat memperhatikan dan membedakan penggunaan huruf besar dan kecil.
Perkembangan dari BPCL(Basic Combined Programm Language) yang dibuat oleh Dr.Martin Richard yang selanjutnya dikembangkan oleh Ken Thompson dan dinamai dengan Bahsasa B.
Dari ketertarikan Dennis terhadap terhadap interpreter bahasa B, kemudian dikembangkan menjadi compiler yang disebut C. Bahasa C bersifat case sensitif, yang dimana sangat dimana sanagat memperhatikan dan membedakan penggunaan huruf besar dan kecil.
Bahasa
pemprograman C++ di ciptakan oleh Bjarne Stroustrup pada tahun 1983 [1].
C++ sendiri sudah mulai di kembangkan oleh Bjarne Stroustrup dari tahun 1979 saat
beliau masih dalam penyusunan Tesis untuk gelar Ph.D. Barulah pada tahun 1983
versi resmi dari bahasa pemprograman C++ di rilis.
C++ memiliki
banyak kesamaan dengan bahasa pemprograman C, hal ini karena C++ memang di
kembangkan dari bahasa C. C++ memiliki beberapa fitur yang tidak ada dalam
bahasa pemprograman C, mulai dari penggunaan class, virtualisasi, penggunaan
function. Selain itu dengan adanya class & function bahasa C++ sudah masuk
ke OOP (Object Oriented Programming) sedangkan bahasa C masih dalam bahasa structural.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis
merumuskan masalah, yaitu Bagaimana mengidentifikasi bahasa pemograman bahasa C?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
dari pembuat makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah pemogramman.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat
yang di peroleh dari Makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Pembaca
a. Untuk
membuat pembaca terhadap makalah ini semata- mata agar pembaca paham dasar dari
pemograman.
b. Untuk
memotivasi pembaca membuat makalah yang lebih baik lagi dari pada ini.
2. Penulis
a. Untuk
memberikan semangat terhadap mata kuliah yang sedang di tempuh saat ini..
b. Sebagai
awal untuk melakukan penelitian agar dapat lebih lanjut melakukan penelitian yang lebih baik lagi.
BAB II
LANDASAN
TEORETIS
2.1 Pengertian Pemograman Bahasa C
Pemograman
bahasa C adalah bahasa
pemrograman yang fleksibel Dengan menguasai bahasa C, kita bisa menulis dan
mengembangkan berbagai jenis program mulai dari operating system, word
processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa
pemrograman. 5. C adalah bahasa pemrograman yang bersifat moduler Program C
ditulis dalam routine yang biasa dipanggil dengan fungsi. Fungsi-fungsi yang
telah kita buat, bisa kita gunakan kembali (reuse) dalam program ataupun
aplikasi lain.
2.2 Sejarah Bahasa C
Kisah dimulai dari
sistem operasi UNIX, yang
mana inilah tujuan awal dari pengembangan bahasa C. Sekitar tahun
1960, Massachusetts Institute of Technology, Bell Labs, dan General Electric bekerjasama
mengembangkan sebuah sistem operasi untuk komputer GE-645 mainframe. Pada era tersebut sebuah
komputer bisa sebesar satu ruangan. Sistem operasi ini
dinamakan Multics (Multiplexed Information and Computer Services).
Kemunculan Multics membawa banyak
inovasi, namun bahasa pemrograman yang dipakai cukup kompleks. Tidak ingin membuang banyak waktu dengan pengembangan Multics, peneliti dari Bell Labs lambat laun
meninggalkan project tersebut, diantaranya adalah Ken Thompson, Dennis
Ritchie, M. D. McIlroy,
dan J. F. Ossanna.
Bell Labs sendiri merupakan
sebuah laboratorium multi disiplin ilmu yang berlokasi di Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Saat itu Bell
Labs berada di bawah perusahaan AT&T
Corporation (sekarang Bell Labs sudah berada di bawah Nokia: www.bell-labs.com)
Peneliti di Bell Labs mencoba
mengembangkan ulang sistem operasi yang lebih sederhana dibandingkan Multics. Sistem operasi ini
diberi nama Unics (Uniplexed Information and Computing Service), yang
kemudian berubah nama menjadi UNIX.
2.3 Jenis Variabel
Beberapa
variable yang akan digunakan dalam pemograman bahasa C adalah sebagai berikut,
walau tidak menutup kemungkinan untuk adanya tambahan lain:
1. Tipe Data Dasar
Sesuai
dengan namanya, tipe data dasar adalah tipe data paling dasar yang tersedia di
dalam bahasa pemrograman C. Terdapat 3 jenis tipe data dasar:
§ Char: tipe data yang berisi 1 huruf atau 1
karakter. Misalnya : ‘A’, ‘B’, ‘C’ dll. Namun dapat juga untuk menyimpan data
string “mikrokontoler”.
§ Integer: tipe data untuk menampung angka
bulat. Misalnya : 10,20,100,dll. Hanya digunakan untuk bilangan bulat (tanpa
koma).
§ Float: tipe data untuk menampung angka
pecahan. Missal 1,23 45,6 dll. Kedua variable ini mempunya fungsi yang sama
yaitu untuk menyimpan bilangan decimal (ada koma).
Tipe data dasar dasar disebut juga
sebagai Primary Data Type, Fundamental Data Types atau Basic Data Type.
2.3.1
Cara penulisan pada variable:
Int dataku;
Int
data, bil, trans;
Contoh
yang pertama penulisan variable dataku yang bersifat interger. Sedangkan contoh
kedua penulisan variable data, bil, dan trans yang bertipe sama, yaitu interger
secara bersama sama . namun demikian
dapat juga kita menuliskannya satu satu seperti contoh pertama.
Int data = 100;
Penulisan variable yang langsung
dengan nilai awal sebesar 100.
Char datamu;
Char nama [20]=”mikrokontroler”;
Penulisan variable dengan nama datamu
yang bertipe char. Jadi disini akan menampung satu karakter saja, misalnya A atau B, dll. Untuk variabel nama [20] akan
dapat menampung beberapa
Atau
disebut string (kumpulan beberapa karakter).
Float
nilai;
Float
jumlah=2,nilai,rata;
Double
mikro ;
Penulisan
variable yang bertipe float dan double.
2.3.2 Konstanta
Konstanta
data kita artikan sebagai suatu veriabel atau harga yang tidak dapat diubah.
Proses ini dilakukan bila kita dalam memprogram lebih banyak menggunakan rumus-
rumus.
Misal
:
Const
osc= 11,0592;
Const
phi=3,14;
Jadi
untuk variable osc dan phi nilainya tidak akan berubah selama proses program
berjalan.
2.4 Operator aritmatika
Operator
aritmatika ini akan digunakan dalam program yang berhubungan dengan hal perhitungan (+, -,
*, dll). Dengan menggunakan operator ini maka proses perhitungan dalam
programan akan lebih muda dilakukan.
Contoh
:
#include
<stdio.h>
int
main(void)
{
int a, b, c, d, e, f;
a = 8 + 4;
b = 9 - 2;
c = 2 * 3;
d = 10 + 3 - 7 * 4;
e = ( ( 10 +3 ) -7) * 4;
f = -79;
printf("Isi variabel a: %d \n",a);
printf("Isi variabel b: %d \n",b);
printf("Isi variabel c: %d \n",c);
printf("Isi variabel d: %d \n",d);
printf("Isi variabel e: %d \n",e);
printf("Isi variabel f: %d \n",f);
return 0;
}
2.5 Operator Logika
Operator berikut ini
sangat banyak manfaatnya dalam pemograman mikrokontroler . operator ini lebih
cocok disebut pemanipulasi bit.
Tabel 2.5 operator logika
|
Operator
|
Ket
|
|
&
|
AND
|
|
|
|
OR
|
|
^
|
XOR
|
|
~
|
NOT
|
2.6 Operator assighment
Tabel
2.5 operator assighment
|
Operator
|
Ket
|
|
<<
|
Geser kiri
|
|
<<
|
Geser kanan
|
2.7 percabangan bersyarat
Pada percabangan inia
da dua jenis yaitu pernyataan IF dan
pernyataan SWITCH
2.8 Pengulangan (Looping)
Loop adalah suatu
pengulangan terhadap perintah atau instruksi sampai mencapai keadaan tertentu
(jumalah perulangan tersebut dapat diketahui). Fungsi dari loop sendiri
sebanyak dan menghemat dalam penulisan program karena program yang sama dapat
dilakukan dengan beberapa perintah dan kemudian di ulang ulang. Loop ada 3
jenis seperti For , While , Do-While.
2.8.1 For
For (inisialis;syarat;penambahan)
{
Pernyataan1;
Pernyataan2;
}
{
Int s;
For
(s=0;s++)//a>=8
PO=s;
}
Keterngan program diatas
:
Inisialisasi : s-0
Syarat :s>8
Penambahan : s++ di tambah 1 tiap perulangan s=s+1
{
Int s;
For (s=8;s>0;s--)
PO=s;}
Pengulangan : s—dikurangi 1 tiap perulangan
s=s-1
{
Int i,j;
For (i=0;i++) //loop1
{
For (j=0;j++): //loop 2
2.8.3 DO – WHILE
Perulangan berikut
ini mirip dengan perulangan while. Namun demikian ada perbedaan di dalam letak
syarat terjadinya perulangan. Pada DO-WHILE letak syarat perulangan ada diakhir
jadi pada perulangan ini akan terjadi perulangan minimal 1 kali.
Do
{
Pernyataan1;
Pernyataan2;
}
While(syarat);
{
BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan
atas penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan
bahasa pemograman C di perlukan untuk membuka peluang peluang kepada orang awam
agar bisa menggunakan bahasa pemograman dan lebih memudahkan dalam pekerjaan
nya.
3.2 Penutup
Demikianlah Makalah ini saya buat
dengan sebaik-baiknya. Terima kasih buat Orang tua yang selalu mendukung saya
baik materil maupun moril,dan terima kasih buat kawan-kawan kelas E1 yang telah
membantu dalam mengerjakan makalah ini.semoga makalah ini dapat berguna buat
kita semua dan buat angkatan ke depannya kelak. Lebih
dan kurangnya saya mohon maaf saya
ucapkan terima kasih
DAFTAR PUSTAKA
Tim
Lab mikroprosesor 2017. “Pemograman mikrokontroler AT89S51 dengan c/c++ dan
assembler ”.Jl. Beo 38-40, ANDI Yogyakarta
Kumpulan
info onlen :

Komentar
Posting Komentar